
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Pemerintah Kota Bekasi resmi memperketat pengawasan penyaluran bantuan sosial (bansos) guna memastikan bantuan jatuh ke tangan yang tepat. Melalui sistem Desil yang telah aktif sejak Mei 2025, integrasi data kini dilakukan secara digital untuk meminimalkan risiko data ganda atau salah sasaran.
Kepala Bidang Penanggulangan Kemiskinan (Gulkin), H. Isnaini, menegaskan bahwa transparansi menjadi kunci utama dalam pembaruan data kesejahteraan tahun ini.
”Pembaharuan ini penting agar penyaluran bantuan tepat sasaran. Pengalaman sebelumnya jangan sampai terulang, seperti data ganda atau penerima yang tidak sesuai,” ujar Isnaini pada Senin (20/4/2026).
Cek Status Mandiri Lewat Ponsel
Kini, warga Bekasi tidak perlu lagi bingung mempertanyakan status kepesertaannya. Masyarakat dapat melakukan pengecekan secara mandiri melalui beberapa kanal resmi:
- Aplikasi SIKS-NG: Cukup masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
- Aplikasi Cek Bansos: Tersedia di platform digital.
- Situs Resmi Kemensos: Melalui laman cekbansos.kemensos.go.id.
Mengenal 10 Tingkatan Desil Kesejahteraan
Dalam sistem terbaru ini, masyarakat diklasifikasikan ke dalam 10 tingkatan (Desil) berdasarkan kondisi ekonomi. Kelompok yang menjadi prioritas utama penerima bantuan adalah Desil 1 hingga 5.
Sedangkan warga yang berada di Desil 6 hingga 10 dikategorikan sebagai masyarakat mampu hingga sangat mampu dan tidak masuk dalam prioritas bantuan sosial.
Data Dinamis: Bisa Naik atau Turun
Pemerintah menekankan bahwa data ini tidak bersifat permanen. Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) melakukan pembaruan setiap bulan. Jika warga merasa kondisi ekonominya berubah namun belum terdata, atau terdapat ketidaksesuaian status, mereka dapat mengajukan perubahan data melalui kantor kelurahan setempat.
”Status desil bisa berubah, baik turun maupun naik, tergantung kondisi ekonomi masing-masing warga,” tambah Isnaini.
Bukan Sekadar Sembako
Bagi masyarakat yang masuk dalam kategori Desil 1-5, pemerintah telah menyiapkan berbagai program perlindungan sosial, di antaranya:
- Bantuan Pangan (Sembako) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
- Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan.
- Bantuan khusus lansia dan anak usia sekolah.
- Pemberdayaan ekonomi melalui program Kelompok Usaha Bersama (KUBE).
Selain pembaruan sistem, Pemkot Bekasi juga terus menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai bantalan ekonomi jangka pendek. Dengan sistem yang lebih terintegrasi ini, Kota Bekasi optimis dapat menekan angka kemiskinan secara lebih efektif dan berkelanjutan.(AHD)