
Berita Teraktual-Jakarta
Komite Penyelarasan Teknologi Informasi dan Komunikasi (KPTIK) mendukung penuh program Work From Home (WFH) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk efisiensi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM). KPTIK telah menciptakan program Warkop Digital sebagai solusi konkret untuk meningkatkan produktivitas masyarakat di tingkat Kelurahan dan Desa.
“Program Warkop Digital ini memungkinkan masyarakat tetap bekerja dan berbisnis tanpa harus melakukan mobilitas harian, yang memakan biaya transportasi dan BBM tinggi,” kata Ketua Umum KPTIK, Dedi Yudianto, di Jakarta, Senin (16/3/2026).
KPTIK telah membentuk 50 titik lokasi Warkop Digital di seluruh Indonesia, mulai dari Miangas hingga Pulau Rote, serta dari Aceh hingga Papua. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di desa.
Dedi Yudianto menjelaskan bahwa Warkop Digital dirancang sebagai pusat kegiatan ekonomi dan kerja jarak jauh yang terintegrasi.
“Dengan adanya Warkop Digital, masyarakat dapat mengakses fasilitas kerja yang memadai, termasuk internet cepat dan ruang kerja yang nyaman, sehingga mereka dapat bekerja secara efektif tanpa harus meninggalkan lingkungan sekitar,” tambahnya.
KPTIK juga mengumumkan program Maestro Teacher, kolaborasi dengan Cybers Academy, untuk mendidik talenta daerah dengan pemimpin dan praktisi top industri TIK. “Dengan sistem hybrid ini, pemuda dan masyarakat di desa dapat bekerja dari lingkungannya sendiri dan mendapatkan transfer knowledge dan pelatihan keterampilan digital bertaraf industri,” kata Dedi Yudianto.
Program Maestro Teacher ini akan dihadirkan secara hybrid, dengan para pemimpin industri TIK yang akan turun tangan langsung ke outlet-outlet Warkop Digital untuk membagikan ilmunya. KPTIK berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan Warkop Digital dan Cybers Academy, mendukung program strategis pemerintah pusat.
Dengan adanya program ini, KPTIK berharap dapat meningkatkan kualitas SDM di desa dan mengurangi kesenjangan digital antara kota dan desa.
“Kami berharap program ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas SDM,” tutup Dedi Yudianto.
(GD/Sky)