
Berita Teraktual-Kota Bekasi
Bulan suci Ramadan tak hanya menjadi momentum peningkatan ibadah, tetapi juga membawa berkah tersendiri bagi para pelaku UMKM. Hal itu dirasakan Randi, pedagang Es Teh Solo yang sehari-hari mangkal di kawasan Kaliabang Bungur, tepatnya di depan parkiran motor Latanza.
Meski di tengah musim hujan, lapak sederhana milik Randi tetap ramai pembeli.
Dalam sehari, ia mampu menjual hingga 50 cup es teh kepada warga yang melintas.
Menjelang waktu berbuka puasa, pembeli mulai berdatangan untuk membeli es teh sebagai pelepas dahaga setelah seharian menahan lapar dan haus.
“Alhamdulillah, baru dua hari Ramadan pembeli cukup ramai. Padahal kondisi musim hujan, bisa habis 50 cup, bahkan kadang lebih saat cuaca panas,” ujar Randi saat ditemui awak media Real Time News, Jumat malam (20/2/2026).
Dengan harga terjangkau mulai Rp5 ribu per cup, es teh racikan Randi menjadi pilihan favorit masyarakat. Ia menjaga kualitas rasa dengan menggunakan es kristal, teh tubruk pilihan, serta gula pasir agar cita rasanya konsisten, manisnya pas dan tetap menyegarkan.
Randi mengisahkan, sebelum berjualan ia sempat bekerja di perusahaan pergudangan di Cikarang selama lima tahun. Namun karena suatu hal, ia memutuskan berhenti dan sempat menganggur.
Dalam masa tersebut, ia bertemu pemilik UMKM Es Teh Solo di daerah Klender, Jakarta Timur. Selama seminggu ia bekerja membantu usaha tersebut sambil belajar meracik minuman.
Tak disangka, ibu Linda, HRD di tempat lamanya bekerja di Cikarang ,menghubunginya untuk menanyakan kabar.
Dengan jujur, Randi menceritakan bahwa dirinya kini bekerja menjual es teh milik orang lain.
“Mendengar itu, Bu Linda langsung menyarankan saya untuk jualan sendiri dan siap meminjamkan modal untuk memulai usaha,” tutur Randi.
Kepercayaan itulah yang menjadi titik awal usahanya. Kini, tak terasa sudah tiga tahun Randi menjalankan usahanya di Kaliabang Bungur.
“Alhamdulillah, dagang di sini sudah tiga tahun. Modal kepercayaan dari Bu Linda mudah-mudahan bisa terus berkembang,” ucapnya penuh harap.
Kisah Randi menjadi gambaran bahwa kejujuran, relasi yang baik, dan ketekunan dapat membuka jalan rezeki. Dari segelas es teh sederhana, semangat usaha menghadirkan harapan baru di bulan penuh rahmat.
Ramadan bukan sekadar tentang peningkatan ibadah, tetapi juga membawa keberkahan dalam perputaran ekonomi kerakyatan. Di balik kesederhanaan lapak kecilnya, Randi ikut menghadirkan kemudahan bagi warga yang hendak berbuka puasa.(AHD)